Menimbang Kelebihan Dan Kekurangan Google AMP Untuk Publisher

Sejak diluncurkan pada bulan Februari lalu, perkembangan google AMP (Accelerated Mobile Pages) selalu menjadi perhatian publisher diseluruh dunia. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa google telah mengenalkan penggunaan halaman web mobile yang super cepat dengan memodifikasi struktur web dengan meminimalisir penggunaan JavaScript, CSS dan HTML. Cara baru ini terbukti meningkatkan kecepatan tracking content di perangkat mobile yang sangat signifikan, loading yang super ringan akan lebih memudahkan dalam menjelajahi halaman web di perangkat ponsel. Bisa anda bayangkan bahwa Google mengklaim loading rata-rata sebuah artikel AMP adalah kurang dari 1 detik dan menggunakan data 10 kali lebih sedikit untuk satu halaman penuh.
Website dengan dukungan AMP dalam penelusuran akan ditandai dengan ikon petir. Halaman yang terbuka akan menampilkan bar putih pada bagian atas yang berisi daftar domain dan memiliki tombol close pada bagian kiri. Tidak seperti News Stories, tidak ada carousel atau slider disana namun cukup melakukan swipe atau menyapu layar smartphone untuk melihat artikel dari website lainnya.

Struktur HTML dalam AMP HTML tentu akan mengalami perubahan. Ada 3 bagian didalamya yaitu AMP HTML, AMP Javascript dan AMP Cache. Ketiganya adalah struktur baru dalam pembentukan template berbasis AMP. Tidak seperti pada penulisan html pada umumnya struktur kode dalam AMP adalah hal baru yang masih perlu dipelajari dalam membangun template berbasis AMP.

Lalu apa pengaruh Google AMP bagi Publisher Adsense. MOZ mengatakan setidaknya ada 5 pengaruh positif dalam dunia online marketing maupun SEO diantaranya :

1. Artikel yang berbasis AMP akan menempati peringkat lebih tinggi di SERP 

Dengan posisi tampilan yang menarik bisa berada di atas pencarian google atau berbentuk gambar yang bisa di geser-geser (swip) dengan ikon petir dibawahnya. Seperti tampilan ini :



2. Search Impression berbayar akan meningkat 

Dengan semakin cepatnya loading, hal paling mungkin dilakukan orang dalam mesin pencari google tentu akan membolak balik halaman di SERP dan tentu akan meningkatkan pula pencarian  tayangan berbayar.

3. Google AMP berlaku untuk semua publisher

Dengan google AMP, siapapun publisher dengan sedikit pengetahuan maupun kemauan bisa memformat dan menmpilkan artikelnya untuk bisa diakses dengan cepat oleh potensi pembaca yang sangat besar. Tidak seperti pada Facebook yang membatasi publishernya untuk berpartisipasi dalam Fitur Instant Artikel.

4. AMP bersifat open source

Maksudnya adalah dalam mengembangkan Google AMP tidak terbatas pada pengembang google saja, tetapi siapapun dan pihak ketiga manapun bisa berkontribusi dalam mengembangkan AMP untuk mengubah dunia publishing yang lebih baik.

5. Meningkatnya AMP tool analytic pengembang pihak ketiga

Meyakini bahwa dengan AMP akan melahirkan perkembangan baru dalam super fast loading, banyak pengembang tool analytics yang fokus pada proyek tersebut. Seperti comScore, Adobe Analytics, Parse.ly, and Chartbeat. Bahkan AMP sendiri juga ada AMP analytics. Kang Ismet dan Mas Adhi Suryadi sendiri juga sudah mulai mengembangkan template berbasis AMP ini.

Walaupun demikian MOZ juga memberikan analisanya tentang kekurangan dalam AMP, ada 8 hal yang menjadi batu sandungan dalan dunia online marketing dan SEO diantaranya :

  • Belum didukung subscribe maupun submit contact form di template AMP
  • AMP tidak mendukung page speed dan SEO unttuk situs non publisher seperti e-commerce. Hanya situs berartikel berita dan posting blog saja yang didukung AMP.
  • Masih perlu perbaikan tentang sistem pencarian . contohnya jika mengetikan sesuatu yang lebih umum atau luas dalam kotak penelusuran contohnya : news, fashion, atau food, maka akan lebih sering muncul artikel AMP dan mengorbankan yang lain seperti pada paid search.
  •  Kurangnya dukungan stylesheet external dan javascript external, sehingga UX design (proses membuat sebuah website atau aplikasi t menjadi mudah untuk digunakan dan tidak membingungkan ketika digunakan oleh pengguna.) jadi bentuknya tidak menarik.
  • Kacaunya Domain Authority : Salah satu yang berpengaruh dalan rangking mesin pencari adalah jumlah backlink atau inbound link ke web tersebut, dengan adanya AMP maka link tidak diarahkan ke website namun menuju ke google, sehingga jumlah link akan semakin sedikit. Perhatikan url dibawah ini dimulai dari www.google.com bukan langsung ke www.bbc.co.uk/
  • Akan mengubah sistem penayangan iklan untu konten tertentu
  • .Menambah biaya pengeluaran untuk content development.
  • .Blog nggak nyaman dilihat karena AMP html yang miskin tampilan.
Demikian juga sampai saat ini penggunaan template berbasis AMP masih banyak kendala ,  perlu keseriusan untuk penyempurnaan scriptnya. Seperti yang ditulis oleh Mas Adhi Suryadi bahwa akan banyak kesulitan jika blog lama ingin menggunakan template berbasis AMP.

Updated : Google saat ini juga telah meluncurkan tool untuk cek validitas script html web atau blog milik anda

Jadi dari gambaran diatas bahwa  keinginan google untuk mempercepat loading halaman mobile perlu kita acungi jempol, namun sebagai barang baru proyek AMP ini harus kita tunggu sampai para pengembang benar benar menyempurnakannya. 
Sumber referensi :
https://www.ampproject.org/support/faqs/
https://moz.com/blog/how-googles-amp-will-influence-your-online-marketing
http://blog.kangismet.net/2015/11/mengenal-accelerated-mobile-pages-amp.html
https://chromplex.com/accelerated-mobile-pages-sekarang-tampil-pada-hasil-penelusuran-google
http://www.kompiajaib.com/2016/09/kompi-design-blogger-template-with.html

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

7 Responses to "Menimbang Kelebihan Dan Kekurangan Google AMP Untuk Publisher"

  1. Kenapa blog ini tidak menggunakan AMP? padahal telah menjelaskan sedemikian jelas tentang AMP..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sudah pernah coba ganti template AMP Mbak, tapi nggak support tampilannya (banyak setting yang perlu di ganti). Hanya blog baru saja yang bisa

      Delete
    2. Saya sendiri merubah template blog yang awalnya non amp menjadi amp banyak kekurangan setelah menggantinya
      diantaranya
      - webmaster tool begitu banyak peringatan masalah penggunaan AMP yang kurang tepat

      - Karena awal artikel di index oleh google beserta label setelah menggunakan amp menjadi tidak ada (link asli tanpa label)

      - awal penggantian amp pengunjung berkurang

      apa masalah yang saya alami ini di alami juga oleh blog ideoptimasi ?

      Delete
  2. Hmm.. Saya setuju sama admin, merubah template blog yang menggunakan format HTML lama (non AMP) ga semudah membalik telapak tangan..

    Hampir 50% dari total kode template harus di rombak untuk menyesuaikan persyaratan penggunaan AMP pada template blogspot..

    Tapi gpp walaupun tidak mendukung AMP namun halaman blogspot masih bisa kena index search engine dan konten halaman blogspot bisa di baca dengan jelas oleh pengunjung..

    Menurut saya pribadi selama ga terlalu banyak external script yang di muat, masih bisa mengurangi waktu loading halaman blog juga koq ya..

    ReplyDelete
  3. Nice blog and article, thanks for sharing. However want to statement on few common issues, The
    website taste is great, the articles is in point of fact excellent.

    ReplyDelete
  4. apa google AMP ini juga berfungsi untuk publisher selain google adsense

    ReplyDelete
  5. Template AMP sekarang sudah banyak di kenal orang ,selain kecepatan loading tampilanya juga bagus
    dan mempermudah kita mengetahui kesalahan kesalahan yang di larang atau tidak sesuai dengan AMP

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan bijak, Komentar dengan link aktif saat ini sudah ditutup. Dan jika ada link aktif baru akan dihapus .Tidak diperkenankan komentar dengan kata kunci promosi atau p*rn*