Hashtags , Cara Menggunakan Dan Manfaatnya Di Sosial Media

Hashtags atau Tagar (tanda pagar) dalam bahasa Indonesia dilambangkan dengan tanda #. Lambang ini sering kita jumpai di sosial media seperti Twitter, Facebook, Google+, Instagram dan banyak sosial media lainnya yang menggunakannya bahkan beberapa blog dan website pun menggunakan hashtags. Secara singkat hashtags diartikan sebagai wadah atau forum tanpa admin untuk mendiskusikan topik atau pesan tertentu dengan membuat dan mengelompokkannya menjadi kalimat pendek atau bahkan hanya satu kata dan mudah diingat. 

Hashtags pada awalnya adalah sebuah tanda untuk menunjukkan nomor (misalnya “#1″, yang merupakan singkatan dari “nomor satu”) atau disebut dengan tanda nomor (number sign). Istilah tanda nomor, saat itu hanya populer di Kanada. Di sebagian besar Amerika Serikat dikenal sebagai tanda pon (pound sign). Sementara di luar Amerika Utara, tanda ini disebut sebagai tanda pagar (hash key) yang biasa digunakan pada pesawat telepon.





Tagar sering digunakan dalam teknologi informasi untuk menyoroti arti khusus, misalnya pada tahun 1970 memiliki makna langsung dalam bahasa assembly dari PDP-11 ketika ditempatkan di samping simbol atau angka. Pada tahun 1978, Brian Kernighan dan Dennis Ritchie menggunakan tagar (#) dalam bahasa pemrograman C.


Tagar kemudian digunakan dalam jaringan IRC untuk mengelompokkan label dan topik. Tagar juga digunakan untuk menandai pesan individu yang relevan dengan kelompok tertentu dan topik tertentu. Pada umumnya, semua saluran (channel) atau topik yang tersedia di seluruh jaringan IRC diawali dengan tanda pagar (#).
Popularitas tagar semakin meningkat sejak digunakan di media sosial Twitter. Label tagar di Twitter diusulkan oleh Chris Messina, seorang advokat perangkat lunak sumber terbuka (open source)

Mulai 2 Juli 2009, Twitter mulai memberi tautan untuk tagar di seluruh tweet ke hasil pencarian. Pada tahun 2010, Twitter memperkenalkan “Topik Tren (Trending Topic)” pada halaman depan Twitter yang menampilkan tagar paling populer. Saat ini, tagar juga digunakan di berbagai media sosial selain Twitter, di antaranya Instagram, Flickr, Google+, Facebook dan media sosial lainnya.

Tagar dapat diibaratkan sebagai sebuah forum tanpa moderator yang mendiskusikan sebuah topik tertentu. Tagar dapat menjadi “Topik Tren” jika banyak yang mendiskusikannya. Tagar digunakan untuk sejumlah tujuan yang dituliskan oleh pengguna yang memanfaatkannya. Secara umum  tagar digunakan untuk mengelompokkan kicauan dengan topik tertentu dari pengguna.

Tagar sering digunakan oleh suatu perusahaan untuk mempromosikan produk-produknya. Misalnya produk tersebut bernama “Anashir”, tagar yang digunakannya adalah #Anashir atau jika produk tersebut mengadakan sebuah acara jalan santai maka tagar yang digunakan misalnya #JalanSantaiAnashir. Hal ini bertujuan untuk menjaring banyak orang yang berminat terhadap produk atau acara tersebut. Inilah salah satu contoh tagar untuk keperluan bisnis.

Di media sosial sering terdapat akun-akun yang memiliki beberapa pengurus, misalnya akun pelayanan pelanggan sebuah perusahaan, akun fans dari artis tertentu, akun para pejabat, dan sebagainya. Beberapa akun ini menggunakan tagar untuk membedakan beberapa pengurus tersebut. Misalnya, #Citra, #Adi, #Budi, #Ayu, dan sebagainya. Inilah yang termasuk fungsi tagar sebagai administrasi.
Tagar sering juga digunakan untuk kritik sosial. Misalnya baru-baru ini akun @remotivi yang merupakan akun dari sebuah organisasi pemerhati pertelevisian Indonesia sedang mengkritisi kinerja KPI yang tidak segera menindak beberapa televisi yang menggunakan frekuensi publik untuk kampanye pemiliknya. Saat itu, akun tersebut menggunakan tagar #KPIbekerjalah.

Untuk menuliskan sebuah hashtag yang hanya sebuah kata sebenarnya tidak ada masalah seperti #kotaku, #galau, #jomblo, #kinantan #leader #motivator dan lain lain, tetapi jika terdiri dari dua kata atau lebih, agar pesan yang dimaksud berfungsi dengan baik biasanya ditulis tanpa spasi atau dipisahkan dengan tanda atau lambang _  (underscore). Misalnya #InternetMarketer atau juga bisa ditulis Internet_Marketer.

Didalam twitter, hashtags berfungsi untuk mengelompokkan dan mengklasifikan tweet yang kita buat. Biasanya diletakkan ditengah tengah saat kita lagi mentweet. Semakin banyak orang yang mentweet dengan membuat hashtags yang yang sama berati akan semakin menjadi trending topik kata atau kalimat yang dibuat hashtagnya tersebut.

Didalam facebook, secara otomatis jika kita membuat posting dengan memuat hashtags maka secara otomatis akan tercetak tebal, artinya hashtags tersebut sudah berfungsi menyampaikan pesan. Biasanya di facebook hashtags dimanfaatkan untuk memasarkan suatu produk untuk menguatkan sebuah brand, bisa juga untuk mengungkapkan perasaan pribadi dengan membuat kalimat penekannya dibuat hashtags, dan lain lain.

Demikian pula di Instagram, menambahkan hashtags saat mengupload foto bertujuan untuk menambah follower, demikian juga kemungkinan besar foto yang kita upload kemungkinan besar akan banyak dilihat oleh orang lain. Tetapi kuncinya kita juga harus tahu bagaimana cara mencari hashtags yang paling populer untuk kita buat di posting instagram kita.

Dari sekian banyak penggunaan di sosial media, bagaimana memanfaatkan hashtags untuk meningkatkan trafik blog. Biasanya saat membagikan postingan ke sosial media, kita buat sebuah kalimat atau komentar yang mengandung hashtags yang relevan dan populer. Semakin relevan dan semakin populer hashtags tersebut maka akan semakin banyak dlilihat orang posting yang kita buat.

Demikian tips penggunaan hashtags selamat mencoba

Comments

Popular posts from this blog

4 Langkah Cara Benar Mengupdate Blog

Tutorial Membuat Akun Google Adsense US 100% Full Approved Lengkap Terbaru

5 Situs Penyimpanan Online Terbaik 2017